November 22, 2011

MEDAL TALLY FOR 26th SEA GAMES

NO Country Gold Silver Bronze SUM
1. Indonesia 182 151 143 476
2. Thailand 109 100 120 329
3. Vietnam 96 92 100 288
4. Malaysia 59 50 81 190
5. Singapore 42 45 73 160
6. Philippines 36 56 77 169
7. Myanmar 16 27 37 80
8. Laos 9 12 36 57
9. Cambodia 4 11 24 39
10. Timor Leste 1 1 6 8
11. Brunei Darussalam 0 4 7 11

November 17, 2011

26th SEA Games, Pertarungan Indonesia vs Malaysia!

Beberapa saat lalu telah berakhir pertandingan antar Garuda Muda melawan Harimau Malaya yang berlangsung di Gelora Bung Karno dan berakhir dengan skor 1-0 dimenangkan oleh Malaysia. Pertandingan yang saya tonton di RCTI malam ini memang agak mengecewakan. Kickoff dimulai pada pukul 07.05 dan berakhir setelah 90 + 5 menit pertandingan berlangsung. Di awal babak pertama, timnas yang dipimpin oleh Yongky sebagai kapten memang terlihat berhati-hati, namun juga sekilas terlihat tidak yakin saat melawan tim lawan.
Passing yang dilakukan oleh para pemain Indonesia terlihat tidak efektif dan selalu saja mengalami kesalahan sehingga bola mudah sekali direbut. Pada pertandingan kali ini pemain Malaysia bermain sangat agresif dengan serangan-serangannya, bahkan di menit awal sekitar menit ke 3 kapten Malaysia nyaris mencetak gol. Dan pada akhirnya di menit ke 17, Syahrul membobol gawang Indonesia dari serangan counter yang cepat. Serangan dari sayap kanan Malaysia ini memang berbahaya. Di menit ke 23 pun tim lawan hampir mencetak angka kembali. Skor bertahan 1-0 hingga akhir babak pertama.
Di babak kedua pertandingan mulai memanas, banyak terjadi pelanggaran disertai kartu yang dikeluarkan oleh wasit. Di babak kedua, Indonesia banyak mendapat kesempatan emas untuk mencetak gol. Dan serangan dari Bonai merupakan beberapa peluang gol tipis dan nyaris memasuki gawang lawan. Entah kenapa serangan-serangan dari timnas-u23 belum membuahkan hasil, meski banyak kesempatan namun nasib beruntung belum berpihak pada Indonesia. Terutama sebuah kesempatan emas yang didapat oleh Okto dan serangan lainnya yaitu operan dari Bonai yang gagal dilanjutkan oleh Ferdinand sehingga tidak dapat menambah angka bagi tim Indonesia.
Meskipun kalah Indonesia takkan menyerah, kita pasti bisa!

September 19, 2011

Notification

Untuk saat ini Daily Animal Facts tidak diterbitkan dan akan diubah menjadi Weekly Animal Facts. Thanks for visiting my blog.

September 18, 2011

NatGeo Games!


Sempurnakan kekuatanmu dalam seni bela diri campuran dan tehnik pertarungan khusus untuk berlatih mendapatkan "Fight Science" black belt. Bersaing dengan teman facebook dan lakukan dengan caramu untuk meraih skor tertinggi!

Game yang dibuat dari series "Fight Science" di National Geographic. Dalam game ini kita ditantang dengan berbagai latihan dan tehnik bertarung, diantaranya melatih damage (tehnik memukul dan menghitung seberapa tinggi kerusakan!!), force (menghancurkan benda solid dari yang sekeras shale, beton, hingga granit!?) , reflex (melatih reflek dari mulai menangkap tongkat, katana, dan bahkan lalat), form (melatih gerakan, kalau kita dengan memutar-mutar mouse di daerah tertentu), balance (salah satu yang cukup sulit, tentu saja melatih keseimbangan), stealth (berlatih mengendap-endap bukanlah hal mudah, ditambah lagi kamera pengintai dan pendeteksi suara!), dan style (menurut saya ini yang paling menarik, berlatih gaya bertarung seperti binatang! harimau, ular, belalang, dan bangau)

Saya sudah mainkan, komentar : Cool game!!!
Silahkan klik judul artikel untuk bermain!
Selamat mencoba ^_^

Photo that I choose!

Foto yang saya pilih untuk hari ini!

Lightning, Utah-Arizona Border
(September 1, 2011) Photograph by David Rankin
Tips : Saat memfoto petir, gunakan long shutter speed, seperti 15 detik atau lebih, dan teruslah memfoto.

Daily Animal Facts!

Fakta Singkat
(Aquila chrysaetos)

Tipe (Burung)
Menu (Karnivora)
Rentang hidup rata2 di alam liar (30 tahun)
Ukuran (84 hingga 97 cm, lebar sayap 1,8 hingga 2,3 m)
Berat (3 sampai 7 kg)
Ukuran dibandingkan dengan manusia (2m)
 

Burung elang yang kuat ini merupakan burung buas Amerika utara terbesar dan burung nasional negara Mexico. Bulunya berwarna coklat gelap, dengan bulu coklat keemasan yang lebih terang di bagian kepala dan leher. Mereka sangat cepat, dan mampu menerjang buruan mereka pada kecepatan lebih dari 241 kilometer perjam.

Golden eagle menggunakan kecepatan dan cakar tajamnya untuk menangkap kelinci, marmut, dan tupai tanah. Mereka juga memakan bangkai, reptil, burung, ikan, dan mangsa kecil semacam serangga besar. Mereka bahkan telah dikenal dapat menyerang rusa dewasa. Para peternak pernah membunuh sejumlah besar burung ini karena mereka takut apabila ternak mereka menjadi sasaran, namun penelitian menunjukkan bahwa dampak yang ditimbulkan hewan ini sangat minim. Sekarang, golden eagle dilindungi oleh hukum.

Golden eagle berpasangan mempertahankan wilayahnya yang hampir sebesar 155 kilometer persegi. Mereka monogami dan tetap bersama pasangan mereka untuk beberapa tahun dan mungkin seumur hidup. Golden eagle bersarang di tempat tinggi termasuk tebing, pohon, atau bangunan manusia seperti tiang telepon umum. Mereka membangun sarang besar agar dapat kembali dalam beberapa tahun pada masa berkembang biak. Betina akan bertelur dari satu hingga empat buah, dan kedua orangtuanya mengerami telur untuk 40 hingga 45 hari. Biasanya, satu atau dua ekor yang muda bertahan dan menjadi dewasa dalam waktu sekitar tiga bulan.

Burung megah ini berkisar dari Mexico dan banyak melalui daerah barat Amerika utara hingga sejauh Alaska; mereka juga muncul di timur namun tidak biasa. Golden eagles juga ditemukan di Asia, Afrika utara, dan Eropa.

Beberapa golden eagles bermigrasi, namun yang lainnya tidak - tergantung pada kondisi dari lokasi geografis mereka. Elang Alaska dan Canada biasanya terbang ke selatan pada musim gugur, contohnya, saat burung yang hidup di benua Amerika bagian barat cenderung menetap dalam rentang hidupnya sepanjang tahun.

September 17, 2011

Featured Article : Beast Hunter "Man Ape of Sumatra"

Di kedalaman hutan Sumatra yang luas, penduduk setempat telah melaporkan bahwa mereka melihat seekor makhluk yang terlihat seperti kera, namun berjalan layaknya kita. Mereka menamakannya "Orang Pendek" manusia kerdil dari hutan. Sebuah penelitian ilmiah baru-baru ini mengemukakan spesies lain dari manusia - dijuluki 'hobbits' pernah hidup di Indonesia. Jadi mungkinkah terdapat seekor kera besar yang baru menanti untuk ditemukan ? atukah mungkin bahwa bukan hanya kita satu-satunya spesies manusia yang hidup di bumi ? Biologis dan beast hunter Pat Spain menginvestigasi!






FAKTA DIBALIK ORANG PENDEK
Di kedalaman hutan Sumatra yang luas, penduduk setempat telah melaporkan bahwa mereka melihat seekor makhluk yang terlihat seperti kera, namun berjalan layaknya kita. Mereka memanggilnya Orang Pendek(or 'short man'). Beast hunter Pat Spain menggali lebih dalam ilmu pengetahuan dari makhluk mitologis ini. Berikut adalah bukti faktual dan konteks sejarah yang berhubungan dengan perburuan ini.

  • Pada abad ke-18, Carl Linnaeus - penemu sistem pengklasifikasian biologi modern mendaftar dua spesies manusia yang ada : Homo sapiens dan Homo troglodytes (manusia gua). Dia juga memasukkan grup ketiga - Homo ferus (berarti manusia liar) ke dalam Homo sapiens.
  • Orang Pendek terkadang juga disebut sebagai 'Sedapa', dan di hutan dekat Kalimantan terdapat laporan serupa dari makhluk yang dikenal sebagai 'Batutut'. Variasi daerah lain diantaranya 'Orang Gugu' dan 'Ebu Gogo'. Meskipun namanya berbeda, deskripsinya sangat mirip.
  • Suku Anak Dalam atau Orang Rimba, yang berarti 'anak hutan', adalah orang pribumi di Provinsi Jambi di Sumatra. Populasi mereka sekitar 2500. Kebanyakan tinggal di hutan namun sekarang semakin terpinggirkan karena deforestasi yang terjadi terus menerus di area mereka. Suku tersebut mendeskripsikan makhluk kecil mirip kera yang dikenal sebagai 'Hantu Pendek' yang lebih sering dihadapi oleh nenek moyang mereka.
  • Kemampuan berjalan tegak yang membedakan manusia dari spesies lain, menjadi salah satu ciri yang paling luar biasa dari Orang Pendek. Meskipun beberapa primata mampu berjalan dengan dua kaki, merekan tidak berevolusi untuk melakukannya dalam cara yang sama seperti manusia. Transisi menuju bipedal terjadi pada tahap awal evolusi hominid dan membutuhkan adaptasi utama kerangka dan otot kaki yang mendukung. Primata belum berkembang ke paha dan struktur tulang lutut yang sama seperti manusia; oleh karena itu mereka berjalan dengan kaki melebar dan menghentakkan seluruh tubuh mereka dari sisi ke sisi untuk memindahkan pusat gravitasi ke kaki di mana bantalan berat badan mereka berada.
  • Di tahun 2002 ekspedisi Inggris ke Sumatra untuk mencari Orang Pendek kembali dengan jejak kaki dan dua helai rambut yang diyakini berasal dari makhluk tersebut. Mr Hans Brunner dari Universitas Deakin di Melbourne, yang terkenal bersaksi dalam kasus 'Dingo baby' Lindy Chamberlain, menawarkan untuk menganalisa sample rambut. Dia tak bisa menemukan kecocokan dengan spesies yang sebelumnya diketahui.
  • Ilmuwan Jeffrey Schwartz dan John Grehan telah mengsugesti bahwa manusia lebih berkaitan dengan orangutan dibandingkan simpanse, bertentangan dengan yang telah diperkirakan sebelumnya.Mereka meneliti keunikan fisik dan perubahan karakteristik yang menghubungkan manusia dan kera besar dan menemukan bahwa manusia memiliki kesamaan sejumlah 28 dari 63 karakteristik dengan orangutan, berbeda dari 2 untuk simpanse dan 7 untuk gorilla.
  • Liang Bua adalah nama gua batu kapur karst dimana yang disebut Homo florosiensis ditemukan. Kerangka yang terlengkap dari spesies berbeda yang diusulkan pada situs ini dikenal sebagai LB1. Gua ini terletak di Lembah Wae Racang di ujung daerah barat pulau kecil Flores di Indonesia.
  • Fossil yang ditemukan di Gua Liang Bua baru-baru ini ditanggalkan berumur 12.000 tahun yang lalu. Sejak penemuan lain menunjukkan bahwa manusia modern tiba di Flores antara 55.000 dan 35.000 tahun yang lalu, mereka mungkin saja berinteraksi dengan Homo floroensis, menunjukkan bahwa di masa yang cukup baru dua spesies manusia yang berbeda setidaknya kontemporer menjadi salah satu bagian dari dunia.
  • Fossil lain yang ditemukan di pulau Flores telah mengungkapkan bahwa Homo floroensis telah berbagi lingkungannya dengan gajah kerdil yang disebut stegodons, tikus raksasa, dan kadal raksasa yang dikenal sebagai komodo, yang masih ditemukan di pulau.
  • Manusia Flores aka 'hobbit' menggunakan api untuk memasak dan berburu stegodons. Meskipun mereka adalah gajah kerdil, mereka merupakan tantangan signifikan bagi para pemburu berukuran hobbit. Oleh karena itu para peneliti telah berspekulasi bahwa latihan berburu memerlukan gabungan komunikasi, peralatan dan rencana, serta dengan sengaja menargetkan gajah yang lebih kecil dan lebih muda. Makanan manusia Flores juga termasuk ikan, kodok, ular, kura-kura, burung dan tikus.